Dalam dunia publikasi performer sering dielu-elukan sebagai bintang.
Namun bagi musik, kerendahan hati dan kejujuran si performer adalah
syarat mutlak. Musik memiliki "ego"nya sendiri yakni spiritnya yang abadi,
yang muncul dalam perwujudan artistic wonder and serenity. Musik akan
enggan untuk menyatakan diri jika ego performer mendominasi. Layanilah
keinginan musik, bukan keinginan kita (read: untuk show off misalnya).
Rasakan spirit dan arah dari musik, dukunglah kepentingan penghidupan
spirit ini yang meminta kesungguhan hati yang tidak terkontaminasi. Pahamlah
kehendak musik dengan kerendahan hati kita. Hilangkan ego kita dan
layanilah musik. Inilah jenis kolaborasi yang sebenarnya untuk sebuah
pernyataan musik yang luar biasa, yang akan menginspirasi banyak orang.
Musik adalah setia dan janjinya tidak pernah meleset. Jika kita
bersungguh-sungguh dan jujur, musik menyatu dengan kita. Jika kita
mementingkan diri kita, musik segera menghilang. "Musik dan Performer",
bukan "Musik vs Performer".
"Kaloek toean djalan
dahoeloe" Maleische Liederen no. 5 by Constant van de Wall.
Kalaoek toean djalan dahoeloe,
Tjarikan sja daoen Kambodja.
Kaloek toean mati dahoeloe,
Nantikan saja di pintoe Soearga
See the video here :
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=-ZhvFbHaO6I
Nina Bobo by Constant van de Wall
Nina, nina bobo,
Nina maoe tidor,
Nina tidor manis.
Besoek main lagi.
Besoek kaloek panas
Mandi dalam kali.
Nina, nina bobo!
See the video here :